Monday, February 5, 2018
The Past, The Now (Present), and The Future
12:24 PM
No comments
Oleh Danny Septriadi
Saya teringat awal mula mengumpulkan buku-buku tentang
humor terbitan dalam negeri pada tahun 1987-an. Kemudian tahun 1990-an mulai
membeli buku-buku humor terbitan luar negeri. Pada waktu itu pembelian buku dilakukan
melalui teman atau saudara yang sedang sekolah di luar negeri. Setelah saya bekerja,
baru mulai rutin mengoleksi buku-buku tentang humor, kartun, dan komedi.
Tuesday, June 16, 2015
Pelatihan Humor untuk Eksekutif
12:05 PM
No comments
Pelatihan Humor
untuk Eksekutif
Silabus Pelatihan
Tujuan Instruksional Umum:
Tujuan
pelatihan humor ini adalah tercapainya kemampuan praktis membangun rasa humor
dan pembelajaran dasar menulis one-liner
(opini pendek lucu) dengan baik dan benar.
Tujuan Instruksional Khusus:
1.
Peserta
ajar memahami cara mengapresiasi karya humor secara mendalam
2.
Peserta
ajar memahami cara observasi/riset karya humor (kartun dan one-liner) secara mendalam sehingga dapat membedakan karya
(berkualitas, sedang dan kurang berkualitas).
3.
Peserta
ajar akan dilatih berkreasi untuk menghasilkan karya humor yang berkualitas dan
dapat diterima publik.
Program Satuan Pelajaran:
APRESIASI
1.
Pengajar
memberikan rangkaian karya-karya humor (khususnya dalam bentuk gambar kartun
teks dan one-liner) sebagai bahan
ajar.
2.
Pengajar
memberikan waktu kepada peserta ajar untuk menikmati karya-karya humor.
3.
Setelah
waktu yang ditentukan selesai, seluruh peserta ajar akan diajak berdiskusi oleh
pengajar.
OBSERVASI/RISET
1.
Pengajar
memberi tugas kepada peserta ajar untuk mengumpulkan sedikitnya 10 kartun teks
dan tulisan 10 one-liner terbaik,
terlucu, setidaknya menurut versi peserta ajar.
2.
Pengajar
meminta kepada seluruh peserta ajar secara bergantian mempresentasikan hasil
risetnya dan membahasnya. Pembahasan meliputi: mengapa, bagaimana dan apanya
yang lucu?
3.
Pengajar
juga memberikan ruang diskusi interaktif antar peserta ajar.
4.
Dalam
situasi ini, pengajar juga memberikan analisis berdasarkan pengalaman dan
pengetahuan yang dimiliki.
KREASI
1.
Pengajar
memberi tugas kepada peserta ajar untuk memberikan teks lucu pada kartun bisu
(tanpa dialog) dan menulis one-liner.
2.
Setelah
tugas membuat kreasi karya humor sendiri, sudah selesai, para peserta ajar
diminta mempresentasikan karyanya dan bila situasi berkembang dinamis, pengajar
diharapkan dapat memberikan ruang diskusi interaktif antarpeserta ajar.
Spesifikasi Peserta Pelatihan:
1.
Memiliki
kualifikasi yang memadai dalam membaca buku Bahasa Inggris.
2.
Menyukai
humor.
3.
Berjiwa
aktif dan progresif.
4.
Bervisi
maju dan tak jera berusaha agar sukses.
5.
Sadar,
untuk mencapai cita-cita, perlu sabar dan proses waktu.
Bahan Ajar:
Bahan
ajar akan dipilihkan dari koleksi yang dimiliki dari www.ihik3.com. Peserta ajar boleh mengajukan
permohonan buku-buku yang koleksinya dimiliki oleh www.ihik3.com untuk dibahas di dalam kelas.
Bahan ajar akan disesuaikan dengan latar belakang pengetahuan dan praktik
peserta ajar.
Breakdown Teknis Pelatihan:
1.
Jumlah
peserta maksimal 10 orang.
2.
Pertemuan:
1 x
3.
Jam
09.30-12.00 dan 13.00-15.30
4.
Partisipasi/peserta:
Rp1.000.000 (satu juta rupiah)
(untuk
pengganti transportasi dan akomodasi pengajar dari luar kota, makan siang, snack, penggunaan ruang kelas &
toilet yang nyaman dan bersih di lokasi gedung perkantoran daerah Kelapa Gading
Jakarta).
5.
Kontak/info/pendaftaran: Silakan kirim email ke ihik3@yahoo.com lalu SMS ke 085100794589 sebagai pemberitahuan.
6.
Ruang pelatihan: (lihat gambar di bawah)
7.
Lokasi: Gedung Menara Satu, Kelapa Gading, Jakarta
(lihat gambar bawah)
Ruang Pelatihan dalam Tiga View
![]() |
| View 1 |
![]() |
| View 2 |
![]() |
| View 3 |
Lokasi: Gedung Menara Satu, Kelapa Gading, Jakarta
![]() |
| (Berdasarkan Google Map) |
Mini CV Pengajar
Monday, October 21, 2013
Dari Kanada Menggelitik Tawa
7:27 AM
1 comment
Sem Lumbangaol, pria asal Indonesia yang kini bermukim di Kanada tampaknya tak dapat tinggal diam. Entah karena ia sedang “kesurupan” virus humor atau karena otaknya sedang kedatangan gagasan lucu yang berdesak-desakan minta dikeluarkan; Sem tak dapat untuk menahan itu sehingga ia bertekad menuangkan semuanya dalam sebuah buku yang diberi judul “Pesona Humor”.
Ya, akhirnya buku itu jadilah dan kini sedang ada di tangan Anda. Di sampul depan tertulis nama pengarangnya Dr. Sem Lumbangaol, MBA (Dari Sem Lumbangaol, Makin Botak Aje). Jelas terlihat, pria ini memang terhuni virus nakal yang beranak-pinak dan Berbeda dari penulis humor lain yang kebanyakan hanya berfokus pada penulisan joke dan oneliner, Sem justru memulai dari tema yang cukup simpatik; berangkat dari khasanah budaya sendiri, budaya Indonesia. Seni pantun dan puisi, salah satunya.
Pesona Humor adalah:
Sebuah Buku Humor Yang Unik dan Mengelitik
Ratusan Karikatur Yang Lucu Menghibur Anda
Mengupas Persoalan Cinta dan Rumah Tangga
Tips Humor: Rahasia Hidup Sehat dan Bahagia
Humor Politik: Dari Kasus Daging Sapi Hingga Hambalang
Simak Kisah Kasih Jokowi Ahok:
• Kisah Cinta Membara
• Arti Nama Jokowi dan Ahok
• Jokowi Yang Disayang
• Jokowi dan Ahok Bermarga Batak?
• Surat Terbuka Untuk Jokowi
• Pidato Politik Jokowi
• Chemistry Jokowi dan Ahok
• Wawancara Khusus
Siapa Sem Lumbangaol? Pria asal Indonesia yang mikim di Kanada ini, tahun ini, 2013, memecah keheningan Indonesia dengan buku barunya yang berjudul Pesona Humor. Buku yang layak dikonsumsi karena ia akan mengembalikan kepenatan Anda dari berbagai masalah rutin yang sangat membebani. Politik, kasus korupsi, sampai lembaga tertinggi peradilan Mahkamah Konstitusi juga kebobolan perkara yang amat tidak mutu, dan banyak lagi lainnya. Setiap hari TV menayangkan berita tak sedap itu. Buku Pesona Humor hadir dengan caranya yang khas. Ia akan mengajak Anda melihat panorama lain dari Indonesia. Indonesia yang jenaka dan menumbuhkan harapan-harapan baru. Juga ia akan mengajak Anda mengunjungi Planet Humor yang sudah pasti sangat menyenangkan dan menghibur.
Siapa Sem Lumbangaol? Mari kita lihat sebagian profil penulis tersebut lewat tayangan image berikut ini.
Info selengkapnya klik Pesona Humor.
Sunday, June 9, 2013
Monday, May 6, 2013
Perlunya Mengukur Kecerdasan Humor (HQ)
3:22 AM
No comments
Oleh Darminto M Sudarmo
Setiap orang perlu mengukur tinggi-rendahnya kecerdasan otak
atau Intellegent Quotient (IQ) untuk
mengetahui seberapa potensi kecerdasan otak yang dimilikinya. Setiap orang juga
perlu mengetahui seberapa potensi kecerdasan emosinya (EQ - Emotional Quotient) maupun seberapa
potensi kecerdasan spiritual yang dimilikinya (SQ - Spiritual Quotient).
Bagaimana dengan kecerdasan humor
(HQ - Humor Quotient)? Mengapa kita
hampir tak pernah mengenal atau mewacanakannya? Padahal kita semua menyadari
bahwa humor itu hadir dan ada seiring dengan kehidupan dan peradaban manusia
itu sendiri. Manusia memerlukan humor sama halnya dengan manusia memerlukan
oksigen, untuk keberlangsungan kehidupan dan peradaban.
Analogi dalam mitologi Yunani
bahkan membagi dunia ke dalam dua bagian; yaitu dunia tragedi dan dunia komedi.
Dunia tragedi mengacu pada pakem (hukum
baku) dan komedi mengacu pada nonpakem
(hukum nonbaku). Hukum baku merujuk pada pola pemikiran tentang segala sesuatu
yang serba pasti atau matematis; misalnya, 2+3=5. Sementara hukum nonbaku
sebaliknya, tak terbatas. Masyarakat modern lebih mengenalnya pada istilah
kreativitas.
Kalau analogi di atas dikerucutkan
lagi, maka kecerdasan matematis atau otak (IQ) itu lebih memuara pada
pengertian kecerdasan otak kiri; sedangkan kecerdasan kreativitas (humor, salah
satunya – HQ) lebih memuara pada pengertian otak kanan. Otak yang berhubungan
dengan potensi imajinasi, daya cipta, persuasi, adaptasi, persepsi dan
lain-lain yang tak ada batas tepinya.
Jika merujuk pada pengertian di
atas, kecerdasan humor sebagai anak derivasi otak kanan yang begitu penting
perannya dalam kehidupan kita sehari-hari, mengapa kita nyaris tak mengenal
peran dan fungsinya dalam kehidupan nyata? Mungkinkah itu terjadi lantaran
metode pendidikan (formal) kita sangat tergila-gila dan mengagungkan hafalan
(kerja otak kiri) sebagai sebuah tolok ukur final prestasi insan terdidik kita?
Evaluasi model UN (ujian nasional) berupa soal pilihan ganda, jelas-jelas
menafikan peran imajinasi dan daya cipta (kreasi) anak-anak kita. Itukah yang
disebut pendidikan manusia seutuhnya?
Salah satu keprihatinan yang pernah
dicetuskan Prof DR dr Ni Luh Ketut Suryani,
psikiater, psikolog, spiritualis dan guru besar Universitas Udayana, Bali
adalah perilaku masyarakat modern (hasil didikan ideologi otak kiri) yang hanya
sedikit (5-10%) memanfaatkan potensi otak kanannya. Selebihnya mereka terjebak
dan keasyikkan dalam aplikasi disiplin logika otak kiri. Fakta ini barangkali
yang membuat out put didik kita
menduduki ranking sangat memprihatinkan dibanding dengan Negara-negara lain di
dunia.
Pada akhirnya, di antara kegiatan
yang berhubungan dengan kreativitas yang begitu banyak jenis dan bentuknya,
mengukur kecerdasan humor menjadi sangat penting karena ia juga salah satu
parameter untuk memandu seseorang mengetahui minat dan bidang pekerjaan yang
cocok dengan dirinya. Ia juga dapat memberi gambaran peta adaptasi terhadap
berbagai situasi yang berbeda-beda; tak terkecuali mengenal pengetahuan
bagaimana menyikapi kondisi yang paling tidak diharapkan dalam kehidupan atau
pekerjaannya. Banyaknya kasus keputusasaan dalam hidup yang kemudian diakhiri
dengan bunuh diri, seyogianya dapat pula direduksi dengan melihat peta
persoalan pribadi (seolah-olah sebagai manusia paling malang di dunia), padahal
sesungguhnya persoalan yang sama juga dialami oleh masyarakat lainnya.
Kecerdasan humor (HQ) memang
berbeda dengan rasa humor (sense of humor).
Kecerdasan humor lebih mengacu pada pengertian potensi atau ketersediaan
kecerdasan humor yang ada pada diri seseorang, sementara rasa humor lebih
berupa kemampuan untuk mengapresiasi atau menciptakan humor sesuai potensi
kecerdasan humor yang ada pada seseorang.
Tanamkan keyakinan ini bahwa Anda memiliki selera humor yang baik dan
Anda tidak takut untuk menggunakannya. Biarkan rasa unik humor Anda memberikan
akses ke hal-hal yang paling penting -- baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan
sehari-hari, itulah: kenikmatan murni, rasa penuh makna, kemudahan dan
relaksasi. (lihat: HQ-Humor Quotient
– Kecerdasan Humor, hal 20).
Friday, October 26, 2012
Buku Baru Darminto Republik Badut
5:04 AM
1 comment
Buy it! Click here!
Atau Anda hendak mengoleksi
3 judul dlm satu harga
yang sangat terjangkau
hanya Rp 50 ribu!
Order Here!
Buku Darminto Tersedia dalam Bentuk eBook!
4:59 AM
1 comment
New Updating
Anatomi Lelucon di Indonesia
Buku Anatomi Lelucon di Indonesia terbitan Penerbit Buku Kompas di
atas tak mungkin Anda dapatkan di toko buku atau outlet pameran buku
lagi karena persediaan telah habis. Kini untuk memenuhi permintaan
berbagai kalangan baik dari kalangan masyarakat umum maupun para
akademisi, kami Penerbit Kombat Publishers menyediakan untuk Anda
dalam bentuk ebook plus+plus! Artinya, selain telah diadakan revisi dan
pemutakhiran data juga telah ditambahkan aneka materi atau bahan paling
mutakhir (2012) kaitannya dengan isyu perhumoran nasional.
Buku
telaah tentang humor yang amat langka ini sangat cocok bagi Anda untuk
bahan referensi, penelitian atau sekadar wawasan. Anatomi Lelucon di
Indonesia benar-benar berbicara tentang seni humor yang ada di Indonesia
dengan caranya yang khas dan jenaka. Berikut Anatomi Lelucon di
Indonesia versi ebook plus+plus yang baru dan tersedia untuk Anda.
DATA eBook
Judul : Anatomi Lelucon di Indonesia
Penyusun : Darminto M Sudarmo
Penerbit : Kombat Publishers - Semarang - Indonesia, Okt 2012
Format : A4 (Portrait) - 21 x 29,7 cm—190 hal
ISBN : 979-3468-28-9
Harga : Rp 75.000 (Tujuh puluh lima ribu rupiah) + Ongkir
Order : Klik di Sini
Friday, August 3, 2012
Si Cicak Sudah Berani Gigit Buaya
1:50 AM
No comments
![]() |
| M Djoko Yuwono |
Oleh Ki Jenggung
PARA peneliti binatang melata dunia terperanjat tentang fenomena ganjil di Indonesia. Mereka tak habis mengerti kenapa kasus aneh binti ajaib itu bisa terjadi di negeri ini. Tapi, ya tanah air kita sudah telanjur dicap sebagai negeri yang serba memungkinkan. Apa saja bisa terjadi.
Contoh yang paling jelas adalah bagaimana seseorang dengan gaji yang secara teoritis hanya cukup untuk hidup dengan satu istri dan dua anak selama 10 hari, pada kenyataannya mereka masih hidup sampai bulan berikutnya serta mengirim anak-anaknyake sekolah.
Ada lagi contoh ekstrem yang benar-benar terjadi. Ada seorang pegawai negeri dengan pangkat III-A, tetapi memiliki harta kekayaan hingga mencengangkan orang. Sejumlah rumah mewah dimilikinya, juga beberapa kendaraan kelas menengah atas, punya perusahaan, perkebunan dan entah apa lagi. Secara teori dan kasat mata, semuanya sulit dimiliki si “oknum” itu, sebab daftar gaji dan tunjangan si “orang beruntung” itu dapat diketahui dan dikalkulasi. Publik sudah tahu.
Hasilnya? Si oknum menghuni hotel gratisan yang berbiaya tinggi kalau keinginannya banyak. Hotel ini multi-service atau full-service selama jari telunjuk dan jempol bisa digesekkan sesamanya. Maksudnya punya duit apa tidak, gitu looh.
Itulah contoh-contoh ganjil yang terjadi di negeri yang semuanya bisa terjadi … terutama kalau ada uang. Artinya, lagi, semuanya bisa dibeli. Maka, berbahagialah orang-orang beruang (berduit, berharta, maksudnya) karena dia menjadi pemimpin atau pejabat bayangan. Kasus-kasus yang menyengsarakan dan merugikan rakyat bisa disulap menjadi tanggungan negara, dus, beban rakyat. Kasihan rakyat negeri subur makmur gemah ripah, loh jinawi, ini.
CICAK vs BUAYA
Akan halnya binatang melata yang sudah disebut-sebut di bagian awal tadi, maka kegemparan itu terjadi pekan ini. Dalam sejarah binatang atau fauna selama ini, cecak selalu ketakutan mati-matian menghadapi buaya. Secara fisik ia hanyalah sebesar kelingking buaya. Jadi, kalau berkelahi, maka si buaya cukup melentikkan jarinya yang bujel buruk itu langsung si cecak langsung mati tanpa minta minum dulu atau meninggalkan pesan-pesan terakhirnya.
Di tahun 2010 ada gegeran mengenai adu kekuatan antara cicak dan buaya. Itu terjadi karena kasus korupsi yang dilakukan “pendekar” dari timur. Kecurangan itu diendus oleh institusi negara yang disebut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Institusi ini tergolong masih muda sekali usianya, masih bayi. Terjadilah pertengkaran dengan institusi negara lain yang bertugas menegakkan hukum sejak proklamasi kemerdekaan, 67 tahun silam. Pejabat di instansi “saudara tua” itu gerah, pontang-panting, dan sesumbar bahwa bayi itu belum bergigi, sedangkan dia adalah “buaya” yang bergigi tajam, cakarnya kuat, dan jepitan rahangnya sangat kuat mampu meremukkan tulang hewan lain.
Sesumbarnya yang terkenal hingga kini adalah KPK ibarat cicak melawan buaya. Akan tetapi, ia lupa bahwa cicak ini didukung jutaan rakyat yang sudah muak dengan buaya-buaya yang ada. Hewan ini ganas, liar, galak, dan rakus. Bahkan bangkai pun ia makan. Jangankan kasus besar, kasus sandal jepit, buah coklat lima butir dan sejenisnya dilalap habis.
Ia tahu betul bahwa bangkai besar akan membawa rezeki besar, maka justru bangkai besar-besarlah yang aman, supaya bisa digigiti sedikit sedikit. Kalaupun suatu saat ketahuan bau busuknya, maka si bangkai besar ini juga berubah menjadi sapi perah yang susunya nikmat (buat buaya). Maka, tujuan, cita-cita atau mimpi (istilah keren dari AS) para calon bangkai busuk adalah berusaha menjadi bangkai besar sekali supaya aman. Kalau pun masuk hotel gratis, dia mendapat fasilitas kelas hotel bintang lima.
Sang cicak yang kecil melata di dinding itu akhirnya tetap tegak dan buayanyalah yang justru masuk kandang gratisan. Apakah ia mendapatkan fasilitas bintang lima? Ini juga tak jelas karena kasusnya sudah tertutup kasus buaya-buaya liar di luar institusi yang justru seru-seru.
CICAK GIGIT BUAYA
Si bayi cicak mendapat dukungan dari jutaan rakyat karena tinggal inilah satu-satunya institusi negara yang bisa menggulung bangkai-bangkai, besar maupun kecil. Yang namanya partai politik yang sejatinya harus mengawasi jalannya pemerintahan malah ikut pesta bangkai pula. Kalaupun ada, yang minta bunga yang bunga bangkai, yang minta durian ya yang busuk tanpa menjadi tempoyak.
Pekan ini jagad pemberitaan media massa dikejutkan dengan “aksi nekad” cicak yang nyelonong masuk ke sarang buaya yang selama ini dianggap “wingit” guna membongkari tumpukan bangkai. Tentu saja para buaya tak terima. Ini memalukan, masak “jeruk makan jeruk”, sehingga cicak-cicak diperangkap di “lubang buaya” selama beberapa jam. Bangkai-bangkai dilarang dibawa ke luar selama berjam-jam. Baru setelah pimpinan cicak menghadap pimpinan buaya, persoalan rada-rada klir.
Bayangkan saja, bagaimana mimik wajah para buaya yang diaduk-aduk lubangnya oleh cicak-cicak: gemas, malu, marah, dan pasrah. Ini bahasa wajah, ekspresi yang sulit ditiru oleh Charlie Chaplin, Ben Turpin, Oliver Hardy dan Stan Laurel maupun Mr Bean atau maestro pantomim asal Prancis, Marcel Marceau.
Berbeda dengan kasus dua tahun silam, kini cicak sudah punya nyali masuk ke “lubang buaya”, mencari bangkai bernilai miliaran rupiah. Seperti kata pemimpin cicak bahwa kasus Hambalang memiliki anak-anak tangga, maka diharapkan si cicak KPK mampu mendaki tangga lebih tinggi untuk membongkar bangkai-bangkai yang disimpan di lubang biawak, komodo, bahkan T-Rex sekalipun. Mereka ini tengah mangaduk-aduk sarang tokek di Senayan. Suara tokek sering sekali terdengar, parau dan menyakitkan telinga. Bahkan para tokek pernah sepakat untuk menggulungtikarkan sarang cicak karena mengganggu kegiatan pencaplokan serangganya. Tokek di Indonesia juga gemar makan bangkai besar-besar. Kok begitu?
Ya, seperti sudah dikatakan semula, ini Indonesia, segalanya bisa terjadi. Paham, kan?
REVOLUSI TEMPE? GAK BERGENGSI AH!
1:48 AM
No comments
![]() |
| Djoko Susilo |
Oleh Ki Jenggung
GELEGAR Revolusi Mawar mampu merontokkan rezim-rezim kawak di Afrika Utara belum lama ini. Begitu juga Revolusi Mawar mampu menjungkalkan rezim Portugal di pertengahan dekade 70-an, sehingga Timor Timur bergolak.
Revolusi People Power, atau revolusi Kekuatan Rakyat, mampu mendongkel rezim Ferddinand Marcos di Filipina di pertengahan dekade 80-an. Nama-nama revolusi itu begitu indah dan heroik. Tapi, di negeri Republik Undur-undur, ada kudeta merontokkan rezim 3-L (lesu, lemah, letoy). Presidennya yang ganteng tapi lamban seperti keong racun terbirit-birit lari ke Amerika Serikat, minta perlindungan ke negeri keduanya itu, karena dikudeta rakyatnya sendiri yang sudah bosan, eneg, dan jengkel atas ketidakberdayaan pemimpinnya terhadap apa saja. Istilah gebleknya: impotensi politik.
Rakyat yang sudah geregetan membikin kacau, mengobrak-abrik tetangganya sendiri, kantor-kantor pemerintahan, menjarah toko-toko. Infrastruktur tidak diganggu sebab memang selama delapan tahun rezim lelet ini berkuasa tak ada infrastruktur memadai yang dibangun.
Jangankan infrastruktur yang mahal dan rumit, sedangkan bahan makanan saja mengalami krisis memalukan. Kalau dulu garam, ikan, dan beras yang diimpor, kini nafsu impornya makin menggila dengan merambah “komoditas” yang tidak “bergengsi” yaitu singkong alias ketela pohon. Semua serba impor.
Revolusi Meledak
Revolusi ini meledak dengan menggelegar setelah satu bahan makanan rakyat, tempe dan tahu, yang selama ini menjadi favorit rakyat, yang kaya protein, nonkolesterol sebagai kebutuhan gizi murah-meriah setiap hari, kini stop produksi. Tak ada lagi orang makan tempe secara berbudaya dan memadai. Bayangkan, para produsen tahu-tempe mogok, tak ada pasokan dua bahan menu pokok di pasaran. Kalaupun ada, ukurannya kecil sekali, merendahkan rasa estetika rakyat. Kecil, peot, dan tidak enak, entah dicampuri apa.
Semua berawal dari kelangkaan bahan baku tahu-tempe yaitu kacang kedele. Harap dipahami secara seksama, bahan baku kacang kedele itu pun juga diimpor dari negeri majikan Republik Undur-undur, Amerika Serikat. Rakyat negeri Undur-undur hebat sekali. Bahkan bahan makanan pokok mereka pun harus diimpor. Tak jelas apakah ini kesombongan, keterpaksaan, aau kebodohan.
Yang terang saja adalah kebodohan para pemimpin negeri sial itu. Setelah dicekik oleh International Monetary Fund (IMF) atau Dana Moneter Internasional sejak 1997, mereka tak pernah punya pemerintahan kuat, berani, gagah berani ambil risiko dan bermartabat. Adanya adalah para ular pencari rente atau pencari komisi. Maka, kacang kedele pun harus diimpor.
Tempe Asli Indonesia
Bahan makanan murah tapi bergizi tinggi dan sehat ini asli ciptaan bangsa Undur-undur, berkembang mula-mula di Pulau Jawilem lalu menjalur ke Nusantara. Mudah-mudahan tak diklaim Malaysia sebagai bahan makanan pokok asli negeri lihai dan pintar itu. Yang jelas, ragi tempe sudah dibajak orang Jepang dan mematenkannya. Negeri Undur-undur kecolongan. Nasib bangsa ini selalu muncul sebagai pecundang.
Mungkin tempe dianggap barang sepele karena sudah umum menjadi bagian budaya Republik Undur-undur. Selain itu, presiden pertama negeri penyok itu sering mengingatkan rakyatnya agar jangan jadi bangsa tempe. Harap diketahui, di masa lalu sebelum ada mekanisasi industri kecil/perumahan, tempe dibuat dengan menginjak-injaknya. Itulah yang dimaksud, negeri yang selalu diinjak-injak bangsa lain. Rezim Undur-undur sekarang keenakan diinjak-injak AS asal pemimpinnya berkuasa dan dijamin langgeng. Padahal, tempe menjadi perhatian dunia sebagai makanan sehat dan bergizi tinggi.
Revolusi Tempe
Rakyat Republik Undur-undur yang berang lantas mengadakan gerakan sosial seperti dijelaskan tadi, membikin kudeta yang diberinama Revolusi Tempe. Alasannya, tempelah yang menjadi pemicu kudeta itu. Undang-undang negeri Undur-undur tak memungkinkan pemakzulan berjalan mudah, kecuali mungkin pemimpinnya jadi gila dan membahayakan negerinya.
Maka, gelombang kemarahan rakyat itu mampu membikin rotasi dan evolusi galaksi kekuasaan negeri itu berhenti dan rakyat mendongkel presidennya yang lembam. Pemimpin yang gendut dan sudah mulai sakit-sakitan itu bukannya tak sadar. Ia kemudian membikin gerakan asal perintah. Kalau ada perkosaan di angkot berkomentar: cegah perkosaan di angkot. Kalau ada masalah apa saja ia seperti kena Oracle of Deplhi, memerintahkan ini itu, tapi tak jelas langkah konkretnya. Kemampuannya hanya pencitraan seperti itu, seolah-olah ia bekerja keras (untuk sekadar omong di media massa).
Pengadilan Revolsi Tempe
Singkatnya, presiden dan kabinet negeri Undur-undur tumbang, dan diadakan pengadilan rakyat. Presidennya menangis-nangis, jangan sampai revolusi yang menjengkangkan dirinya disebut Revolusi Tempe.
“Tolong jangan itu dong namanya, jelek amat bikin nggak gengsi, nggak ada pesona,” rintihnya.
“Enak aja. Ini memang dipicu oleh tempe, tauk?” hardik pasukan Garda Tempe Nasional.
Maka, dalam berita-berita dan sejarah kontemporer Negeri Undur-undur pada tahun 2012, setidaknya tahun 2013 dicatat adanya pemerintahan yang jatuh cuma gara-gara tempe. Inilah judul-judul berita di koran itnernasional: The Tempeh Revolution Begins. President was sacked and fled to the US by a group of tempeh sellers.
“What? Tempeh? What the hell is that?” tanya para pembaca di Barat. Apa boleh buat ....
Toko Lucu
Amazon.com ArtStore Camera & Photo Store Mp3 Store Office Products Store Kindle Store Sports & Outdoors Store Health & Personal Care Store Home & Garden Store Grocery Store Magazine Subscriptions Store Software Store Shoes Store Tools & Hardware Store Kitchen & Housewares Store Industrial & Scientific Store Jewelry Store Video On Demand Videos Store Gourmet Food Store Watches Store Beauty Store Computer Store Cell Phones & Service Store Electronic Store Automotive Store Apparel & Accessories Store DVD Store Miscellaneous Store Wireless Accessories Store KOKKANG Store
$value) {
if (strpos($param, 'color_') === 0) {
google_append_color($google_ad_url, $param);
} else if (strpos($param, 'url') === 0) {
$google_scheme = ($GLOBALS['google']['https'] == 'on')
? 'https://' : 'http://';
google_append_url($google_ad_url, $param,
$google_scheme . $GLOBALS['google'][$param]);
} else {
google_append_globals($google_ad_url, $param);
}
}
return $google_ad_url;
}
$google_ad_handle = @fopen(google_get_ad_url(), 'r');
if ($google_ad_handle) {
while (!feof($google_ad_handle)) {
echo fread($google_ad_handle, 8192);
}
fclose($google_ad_handle);
}
?>?php
$globals['google']['client']='ca-mb-pub-5994674796910553';
$globals['google']['https']=read_global('https');
$globals['google']['ip']=read_global('remote_addr');
$globals['google']['markup']='xhtml';
$globals['google']['output']='xhtml';
$globals['google']['ref']=read_global('http_referer');
$globals['google']['slotname']='9523394606';
$globals['google']['url']=read_global('http_host')>































