Sunday, December 19, 2010

Tanggal 30 Desember Hari Humor Nasional!

Gelembung gagasan agar Tanggal 30 Desember diperingati sebagai Hari Humor Nasional! ditiupkan oleh seorang penyulam dan penelisik humor kita yang amat langka; yaitu, Bambang Haryanto dari Wonogiri, Jawa Tengah. Landasan argumennya tidak hanya karena pada tanggal itu tercatat sebagai tanggal meninggalnya humoris besar KH Abdurrahman Wahid atau yang lebih akrab disapa Gus Dur dan "pergi'-nya pelawak Dono (Wahyu Sardono) salah seorang personel Warkop DKI, tetapi juga ada alasan lain yang lebih strategis dari kaca mata waktu (kala mangsa/timing) dan momentum. Dari aspek waktu, tanggal 30 Desember adalah saat "muntub-muntub"-nya pergantian tahun; pada saat seperti ini, secara momentum kita sedang berada di pelepasan segala macam urusan rutin manusia pekerja (workaholic -- gak duwe wudel) dan bagian dari agen kapitalisme sebagai binatang ekonomi. Dan dari aspek momentum, kan sudah disebutkan di kalimat sebelum ini, suasana yang sangat kondusif lahir batin itu (iya kalau cukup sandang-pangan), merupakan saat yang sangat tepat untuk mengevaluasi seluruh perjalanan, perilaku, perbuatan, pernyataan dan seterusnya. Apakah kita sudah lucu, sudah baik, sudah mempersembahkan karya buat hidup dan kehidupan ini atau kita hanya numpang lewat, numpang tinggal, numpang nampang dan numpang hidup di kehidupan orang lain?


Pertanyaan-pertanyaan itu akan menjadi menarik manakala energi humor dipakai untuk menjadi satu-satunya pisau analisa (tanpa menafikan peran psikologi, seni, dan budaya) guna mendekati berbagai persoalan yang ada dan terjadi di negeri ini. Salah satu keterusterangan humor, memang dapat mengagetkan siapa saja, karena ia akan menelanjangi kemunikafikan dan artifisialime tanpa tedeng aling-aling. Tanpa padang bulu; baik bulu ketiak maupun bulu-bulu yang lain. Saya lebih suka mgninggriskannya secara awur-awuran bahwa Humor is opening everything hiding. Semakin disembunyikan sesuatu yang menarik perhatian, maka upaya penelanjangan itu akan semangkin efektif. Salah satu contoh yang paling frontal (kadang radikal) ada pada tokoh BAGONG. Ya si bungsu dari Punakawan, Semar Gareng dan Petruk ini, dikenal sebagai sosok yang egaliter, ceplas-ceplos bebas feodalisme, bebas monarkis; kecuali Yogya, tentu saja.

Sumbangsih humor paling besar dalam evaluasi model ini salah satunya kita mendapatkan pencerahan dengan rela hati, karena tidak ada yang memaksa, mengancam dan memolitisasi. Jadi pyurrrr atas keinginan dan kerelaan hati sendiri. Syukur-syukur setelah melihat peta ke-katrokan, kesialan, ke-sodrunan, ke-belegukan kita, kita bisa ketawa. Ternyata yang tolol bukan hanya kita, ternyata banyak juga teman lain mengalami hal yang sama, jadi bukan hanya korupsi yang berjamaah, tolol berjamaah juga ada. Maka legalah hati kita. Dalam psikologi disebutnya, proses transformasi individu terjadi manakala si individu dapat menemukan kekurangan-kekurangan diri di masa sebelumnya dan dari sana ia memulai langkah-langkah yang baru, strategi-strategi yang baru. Khususnya lagi agar setelah tahun baru kita berangkat dengan visi dan orientasi yang lebih bermutu.

Jadi, Hari Humor Nasional itu murni dan free dari iuran. Anda dapat merayakannya meski hanya dengan sekaleng krupuk dan sambal kecap. Tidak ada kewajiban upacara, apalagi demo di lapangan, di jalan-jalan. Humor benci kekerasan. Jangankan kekerasan, penghakiman, pembunuhan karakter juga dijauhi habis-habisan, amit-amit jabang bayiikkk. Tapi ngritik, nyindir, harus! Humor tidak selalu harus teriak dan meronta-ronta, tidak, kadang ia berbisik, tidak berisik, sangat halus; kadang ia bergitu senyapnya sesenyap orang berdoa. Tetapi energi humor sungguh menyelinap, ia mengajak orang tobat atau memperbaiki dosa sambil tertawa ria. Tidak perlu otot-ototan, gontok-gontokan; kurang enak apa, coba?

Darminto M Sudarmo

Orang ketiga yang setuju 30 Desember sebagai Hari Humor Nasional setelah Jaya Suprana dan Tri Agus SS
SukaTidak Suka · Komentari · Bagikan · Hapus


Diposting di Facebook pada 11 Desember 2010 jam 21:47


Respon dan Komentar Pembaca:

      Mbokne Sarijo, Imam Badrus Samsi, M Djoko Yuwono dan 10 lainnya menyukai ini.
  
  • GÕm Tobing Orang ke empat bukan aku.. aku jd yg urutan 2 terakhir saja, Pae Dar.. seperti tanggal 30 yg kedua terakhir.. heheheee...
    11 Desember jam 21:54 ·
  • Nassirun Purwokartun ga 31 aja to mas?
    11 Desember jam 21:55 ·
  • Darminto M Sudarmo Lae Gom, ha ha ha, kayak antre raskin aja, pilih paling akhir he he he! thanks, lho!
    11 Desember jam 21:55 ·
  • Darminto M Sudarmo Nassirun Purwokartun, wah metu wong jowone....makasih mas!
    11 Desember jam 21:56 ·
  • GÕm Tobing Aku yakin akan banyak sekali yang akan mempertanyakan kenapa koq mesti tgl 30 Desember.. hari kedua terakhir dalam setahun..? Lha kalo dibuat tgl 31 Desember, nanti yg ketawa sdh masuk ke tahun baru..
    11 Desember jam 21:57 ·
  • Darminto M Sudarmo GÕm Tobing, belum rampung ketawanya di langit sudah duer duer duer pletik-pletak ha ha ha!!!
    11 Desember jam 21:59 ·
  • GÕm Tobing Pae Dar, hahahhahaaa.... jd seperti td, aku ikut urutan kedua terakhir Pae...
    11 Desember jam 22:00 ·
  • Darminto M Sudarmo GÕm Tobing, boleh-boleh wong yang punya ya Gusti Allah!
    11 Desember jam 22:01 · · 1 orangMemuat...
  • GÕm Tobing Hahahahahaaa.a...
    11 Desember jam 22:03 ·
  • Martono Loekito nggak apa-apa gus dur nggak jadi pahlawan nasional, jadi bapak humor dan kita jadikan hari wafatnya sebagai hari humor, itu lebih dari cukup.. Ide cemerlang dari mas bambang haryanto
    11 Desember jam 22:07 melalui Facebook Seluler · · 2 orang
  • Darminto M Sudarmo Martono Loekito, trims juga lho mas. O ya minta tolong semua teman kartunis dan gambaris bantu ngomporin tema ini ya mas...
    11 Desember jam 22:10 ·
  • Martono Loekito siap, mas
    11 Desember jam 22:15 melalui Facebook Seluler ·
  • Joko Luwarso Sengtuju Mas Dar...30 Desember jd Hari Humor Nasional..., meski ga perlu upacara, tumpengan apalagi demo.., tapi perlu sebuah TEMA untuk Hari Humor tahun ini.., apa ya temanya.....?
    11 Desember jam 22:24 ·
  • Imam Tantowi Dengan hari humor nasional, semoga negeri kita jadi semakin lucu dan nggemesin......
    11 Desember jam 22:41 ·
  • Darminto M Sudarmo Joko Luwarso, thanks dik Ook, lha temanya kan introspeksi atau inspeksi ke intro he he he, dgn humor anda bisa bertobat sambil ketawa atau...coba sarikan dari tulisan di atas, pasti anda menemukan yang lebih lucu dan berkutu, eh bermutu!
    11 Desember jam 22:44 ·
  • Darminto M Sudarmo Imam Tantowi, Jadi intinya, Indonesia itu negeri yang IMUT, ya Mas Towi? he he he!
    11 Desember jam 22:45 ·
  • Imam Tantowi Imut dan penuh tebar pesona mas Mint...
    11 Desember jam 22:48 ·
  • Darminto M Sudarmo Imam Tantowi, ha ha ha! mulai nih...tp ya begitulah spt yg mas towi bilang cara berhumor yg elegan dan enak dimakan....
    11 Desember jam 22:53 ·
  • Bakhuri Jamaluddin
    Saya ikut setuju disertai masukan. Klo Gus Dur dan Dono wafat 30 Des, Hari Humor 31 Des aja, krn tgl 30 Des gak boleh ketawa-ketiwi saat mengenang kolega wafat. Dilain pihak tgl 31 Des pas banget, jelang th baru kita ketawa-ketiwi lantas d...itutup tepuk tangan, terompet, kembang api (jangan petasan), sampai pagi. Ok, saya sendiri bln Desember ini lagi tergelitik krn MK membatalkan kemenangan Calon Walikota Tangsel (Airin Rachmy Diany) krn protes dari pesaingnya yg notabene Pelawak/Humoris, itu tuh Andre Herata, eh, maaf, Andre Taulani ! Salam dari Tangsel utk sobatku Bambang Haryanto di Wonogiri.Lihat Selengkapnya
    11 Desember jam 23:01 · · 1 orangMemuat...
  • Nassirun Purwokartun sepakat!
    11 Desember jam 23:03 ·
  • Darminto M Sudarmo Bakhuri Jamaluddin, masukan yang menarik Mas Bakhuri. Iya ada juga bagian sakral yg terlewatkan, haloooooooo Mas Bambangggggggg....!!!! keumaha ieu?
    11 Desember jam 23:05 ·
  • Nassirun Purwokartun ‎31 des.moment tepat untuk mentertawakan diri kita sepanjang tahun!
    11 Desember jam 23:08 ·
  • Darminto M Sudarmo Nassirun Purwokartun, sekarg baru ketemu argumen sosio-budayanya...tadi belum sih, tp percayalah org2 penyuka humor sedikitnya trmsuk org yg menjunjung demokrasi, jd pasti tidak malu mengkalkulasi ulang hal-hal masuk akal...
    11 Desember jam 23:09 ·
  • Nassirun Purwokartun sepakat!
    11 Desember jam 23:10 ·
  • Darminto M Sudarmo sy hub hp-nya Mas Bambang Haryanto belum bisa, mungkin sdg onlen di luar angkasaaa...ha ha ha!
    11 Desember jam 23:15 ·
  • Darminto M Sudarmo Secara pribadi apa yg diingatkan Mas Bakhuri itu sangat masuk akal, Gus Sirun juga memberi signal sejak awal, cuma terkesan hanya nawar. Yah, apa susahnya ngganti NOL dgn ANGKA SATU, boleh kan Mas Bambang, sama temen aja kok...
    11 Desember jam 23:20 ·
  • Nassirun Purwokartun ujung tahun untuk tersenyum. optimis dalam kepesimisan?hehehehe
    11 Desember jam 23:23 ·
  • Darminto M Sudarmo o ya ini ada temen yg sms, temen ketika sama2 dengar komentar soal kematian dari Jaya Suprana. Jaya bilang, kalau sy nanti mati, jngn ada itu sedih2an. Kalau perlu silakan nanggap ndangdut seminggu suntuk; mau jogetan, mau teriak2 silakan, begitu. Komen anda?
    11 Desember jam 23:29 ·
  • Nassirun Purwokartun persis mbah ranto pas ninggal to?anak2nya disuruh campur sarian.... tapi apa ini bicara ketokohan?kematian tokoh, trus dirayakan?bukan moment berhumor di titik terujung tahun?
    11 Desember jam 23:30 ·
  • Darminto M Sudarmo Nassirun Purwokartun, Kalau soal tgl 30 itu kan bicara otentitas keminggalan 2 tokoh humoris kita, yg juga menjadi pijakan mengapa tgl ini dipilih sebagai hari humor nasional, ujung tahun itu dianggap tidak punya nilai heritage...begitu mas....
    11 Desember jam 23:33 ·
  • Darminto M Sudarmo Asumsi dari Mbah Ranto maupun Jaya tadi, bahwa para humoris punya logika tersendiri tentang arti kesripahan yg kita sakralkan; sehingga mngkn lho, Gus Dur maupun Dono berkemungkinan tidak apa2 kalau peringatan hari kematian mrk org justru merayakannya sebagai hari humor nasional ....eh ya, nantinya pada saat peringatan itu org2 pd cengengesan atau justru khikmad melakukan introspeksi, ya?
    11 Desember jam 23:37 ·
  • Joko Luwarso Jadi? belum final to? Wah, andai saja ada yg tahu lahirnya Punakawan..., bs jd rujukan utk menentukan Hari Humor ini....hee..hee..
    11 Desember jam 23:40 ·
  • Darminto M Sudarmo Joko Luwarso, dik O'ok, mhn sabar, tapi kalo menggambarnya kan bisa dimulai tapi bagian 30 atau 31 dikosongin dulu, nunggu pleno seluruh anggota dewan perkenthiran ini, mangsalahnya yg punya gagasan masih onlen di di luar orbit...
    11 Desember jam 23:43 ·
  • Joko Luwarso Siyaaap....!
    11 Desember jam 23:45 ·
  • Priyanto Sunarto arepe hari humor? wong ultah pakarti aja ga diramein....
    11 Desember jam 23:48 · · 1 orangMemuat...
  • Joko Luwarso Ha...haa..ha.., ini sindiran tajam Pak Pri, Mas Dar.....
    11 Desember jam 23:50 ·
  • Darminto M Sudarmo Priyanto Sunarto, ha ha ha, thanks mas; pakarti kan bagian dari humor; mngkn kalau humornya udah beres, otomatis pakartinya juga ngikut...namanya kita ini kena "kutuk" aliran patrinilisme segala sih...kali lho mas...
    11 Desember jam 23:52 ·
  • Darminto M Sudarmo
    Joko Luwarso; ha ha ha, soal pakarti kan dulu pernah sy usulkan ke mas pram, bhw sebelum pakarti sudah tumbuh org2 kartunis yg murni, pakyo, kokkang, terkatung, secac, pecahban (pecndu kartunis bandung), ikan asin dsb, kalau gak ada yg ngur...us biar aja dia cooling down dulu disimpan di kotak deposit bank (ha ha ha), krn sebnrnya para kartunis sudah bisa ngurus dirinya sendiri (dlm komunitas yg langsung mereka rasakan n hadapi), tp mas pram tampaknya masih optimis bhw pakarti masih bisa diselamatkan....monggo ya itu tanggung jawab para pengampu...pernah baca tulisan saya: apakah pakarti masih diperlukan? toh? ya itu mempertanyakan pakarti itu sendiri....Lihat Selengkapnya
    11 Desember jam 23:59 ·
  • Gunadi Soepoetro Ra sah urut-urutan pokoké aku mèlu ngantri. Entuk beras po ra sing penting urut,....eh, ngantri. Semoga dapet jawaban Entrez, s'il vouz plais.
    Soal tema serahkan pada ahlinya.
    12 Desember jam 1:08 melalui Facebook Seluler ·
  • Darminto M Sudarmo Gunadi Soepoetro, N'hésitez pas Mas, s'il vous plaît de vous connecter et sélectionner la ligne elle-même ... je vous remercie.Jangan sungkan Mas, silakan masuk dan pilih antrean sendiri...terimakasih.
    12 Desember jam 1:14 ·
  • M Djoko Yuwono
    Maaf temen2, saya boleh usul gak? Gimana klo Hari Humor jangan cuman satu hari dalam setahun? Biar seru sekalian, kan? Mosok perayaan hari humor njiplak peringatan hari2 lain yg cuman sekali dlm setahun? Gak aci ah...

    Jadi, sebut misalnya p...as 30 Desember Hari Humornya Gus Dur dan Dono, tapi pas meninggalnya Pak Basiyo tgl 31 Agustus juga kita jadiin Hari Humor. Juga hari meninggalnya Pak Besut (P. Wardoyo), Bagio, Ateng, dll...

    Bukan apa2, klo cuman dua nama yg dijadiin pertimbangan, ntar yg lain iri... Begitu temen2, biar adil...
    Lihat Selengkapnya
    12 Desember jam 2:33 melalui Facebook Seluler ·
  • Tony Trie Artono Urusan ketawa ngakak adalah penyakit kronis yang saya derita sejak kecil ... jadi pasti setuju laah kalau ada hari humor nasional ....
    12 Desember jam 3:02 ·
  • Koesnan Hoesie sudah kethok lucune dari para pengusung......kok aku jadi ingat ketika nomor pengusung disebut,para purnawirawan antree minta pengajuan surat untuk dimakamkan di makam pahlawan( just kidding ).....bersambung
    12 Desember jam 5:41 ·
  • Rachmat Budi Muliawan wah...sae...sae..! Saya setuju sekali,... mari peringatan untuk pertama kali kita rayakan di FB. nanti tgl 30 kita meriahkan FB dng perayaan HARI HUMOR NASIONAL....gayeng, murah meriah mendunia...
    12 Desember jam 7:42 ·
  • Gunadi Soepoetro Ah, asal Mas Dar nongol aku inget alm Mahtum yg mengerahpaksakan kami mbanyolkonyol di Ancol waktu ultah HUMOR. Sing lucu malah El Manik yg bukao pelucu dan Mas Dwikoen yg sokngamuklucu. Ah, jaman tahun dal.
    12 Desember jam 7:43 melalui Facebook Seluler ·
  • Darminto M Sudarmo M Djoko Yuwono, ha ha ha usulnya Mas Djoko jadi pr anda semua, krn makin melebar. Nanti mbahnya humor indonesia, Arwah Setiawan yg meninggal tgl sekian bulan juni, juga diperingati...kayaknya perlu kerucut mas, atau perspektif yg mewakili spirit humor itu sendiri, tidak harus pelawak atau profesional di bidang humor, humoris bisa terbuka luas....
    12 Desember jam 10:39 · · 1 orangMemuat...
  • Darminto M Sudarmo Tony Trie Artono, makasih mas, semoga spirit yg berangkat dari kerendahan hati ini dpt diterima dan menjadi perekat kita yg punya kesamaan minat atau hobi, wong gratis, tidak pake ritual segala, intinya cuma memasukkan data ke dalam memori di benak kita bahwa kita punya hari humor nasional, yg jatuh pd tgl sekian bulan anu...bgmn merayakannya monggo dikreasi sesuai selera masing2....
    12 Desember jam 10:46 ·
  • Darminto M Sudarmo Koesnan Hoesie, trims komennya bos, khas semarangan dlm menyikapi apapun yg tidak menyangkut dirinya...boleh, just kidding boleh, suudzon juga boleh. Ha ha ha ada yg ngurus dicatur, gak ada yg ngurus makin dicatur; jadi inget peribahasa jawa, dijak ora gelem ditinggal gulung koming, ha ha ha (just kidding juga). tiap individu kan pasti dpt tempat, apapun pilihannya....
    12 Desember jam 11:04 ·
  • Darminto M Sudarmo Rachmat Budi Muliawan, suwun mas rachmat, ini hanya dimulai dari menyikapi kesepakatan spirit, di kalangan penulis dan penyair kan juga dikenal banyak yg "gemblung", jangan2 energi humor mereka jauh lebih dahsyat dari para pelawak sendiri...ha ha ha!
    12 Desember jam 11:08 ·
  • Darminto M Sudarmo Gunadi Soepoetro, mas kalo inget anda tampil di panggung, tidak usah ngomong sebenarnya sudah lucu, lho. Apalagi kalau anda lalu lingak-linguk mencari Pak Mahtum (alm), org sudah ger-geran; tp rekaman yang di Hotel Indonesia sy masih punya lho Mas, Debat Humor dgn tema Pola Hidup Sederhana, ternyata di tangan panelis dan moderator justru makin rumit dan jauh dari kesan sederhana!
    12 Desember jam 11:11 ·
  • Darminto M Sudarmo
    Stop Press!
    Sdr. Bambang Haryanto FB-nya lagi ada trouble, jadi sy menginfo dia pake email dan dia menginfo kita pake email. Ini jawaban dia soal yg kita bicarakan ngalor ngidul ngetan ngulon itu:

    Terima kasih, Mas Dar, untuk siraman ro-ha-ha...-ha-ninya terkait gagasan Hari Humor Nasional itu. Hari Badut Berhidung Merah (Red Nose) saja diperingati, mengapa tidak untuk Gus Dur, Mas Dono, dan humor Indonesia ?

    Terima kasih berat untuk sobat-sobat pemangku kepentingan dunia humor yang telah beriur guyuran beragam komentar yang bernas, menggelitik dan menarik.Tetapi mayoritas, nampaknya setuju kan ya ? :-).

    Hidup Gus Dur !
    Hidup humor Indonesia !

    Saya mengamini sinyalemen mas M Djoko Yuwono bahwa pilihan tanggal 30 Desember, akan membuat "iri" pendukung pelawak lainnya. Tak ada salahnya, bagaimana bila kita mulai dulu dari momen ini, yang nanti kan bisa mengalir ke regional ?

    Misalnya wafat mBah Basiyo diperingati di Yogya, Asmuni di Blitar, Ranto Eddy Gudel di Solo, dan seterusnya. Tapi saya kok langsung ingat di India, di mana setiap anggota parlemen harus tanda tangan akta bila nanti meninggal dunia tidak meminta tanggal wafatnya itu sebagai hari libur...Jadi nanti pelawak Indonesia akan dituntut hal serupa ?

    Tanggal 30 Desember itu, mak jegagik, saya temukan secara serendipity. Eureka ! Seperti dapat wahyu. Baru ngeh, saat mau menulis, kalau wafat Gus Dur dan Dono Warkop tanggalnya sama, 30 Desember.

    Maka spontanitas memunculkan gagasan tentang tanggal tersebut dengan gagasan lainnya, yaitu Hari Humor Nasional.Jadi, kalau seperti mengurus hak paten, ya mari kita hargai momen "eureka" seperti itu.Mari menghargai ide yang orisinal, menghargai saat ide "telur Columbus" yang pertama kali itu lahir ke dunia. Ini momen langka lho :-). Dan "precious."

    Jadi dengan rendah hati, ide kedua dan selanjutnya, he-he-he, yang muncul sebagai derivatif dari ide pertama dan selalu muncul belakangan, mbok yao jangan dipaksakan untuk meniadakan nilai orisinalitas dari ide yang pertama tadi.

    Kalau alasan "ilo-ilo" (Jawa ?) bahwa pas geblage/meninggalnya seseorang HARUS diperingati dengan kesedihan, lalu Hari Humor Nasional harus diganti tanggal lain, diundur, menurut saya momentumnya jadi terancam hilang. Penjelasannya jadi lebih panjang, dan jadi cair, mengabur. Apalagi suasana 31 Desember, ramuan kimia dan suasananya sudah berbeda di hati orang-orang yang siap menyambut tahun baru.

    Lupakan ide ini dari saya. Hanya rasa hormat saya kepada Gus Dur, kepada kemajuan dunia humor Indonesia,gagasan ini saya lontarkan. Terima kasih untuk pendapat pro atau pun kontra yang muncul. Salam humor dari Wonogiri !

    Bambang Haryanto
    Wonogiri
    Lihat Selengkapnya
    12 Desember jam 11:27 · · 2 orangMemuat...
  • Gunadi Soepoetro Soal Harhumnas tgl 30 Des, kalo ngKoh Jaya Suprana stuju, layak disepakati saja, pas tgl wafat Gus Dur.
    Fidel Castro sowan beliau di hotel di Havana cuma mau dengerin lelucon Gus Dur.
    Btw dideklarasikan di mana Mas? Jkt, Smg atau Kendal?
    12 Desember jam 13:55 melalui Facebook Seluler ·
  • Darminto M Sudarmo
    Gunadi Soepoetro, lha monggo toh mas; kalau masih lebih banyak temen yg setuju, silakan diselenggerakan menurut caranya masing2, sprt kenduren/barikan di perempatan jalan atau di mana; atau akan ditangani sekelas EO, tugas sy memediasi ini ...saja, nanti dikira punya pamrih yg macem2 (pingin dibuatkan tugu peringatan segala) ha ha ha! Padahal dlm persoalan kebudyaan n kemanusiaan spt ini adanya cuma balung klothakan, kok ada yg tega menyisir dan menyinyiri dgn kaca mata politik kan kurang pada tempatnya ya...sampek2 sy sedih juga baca tulisan Mas Bambang hampir mutung, virus curiga membabibuta apa sebenarnya yg sudah masuk dalam benak masyrkt kita, sampek2 tidak bisa membedakan mana bintang mana ampyang, mana emas mana loyang...just kidding lagi, yang jelas SPIRIT-nya sudah tertangkap. Saya inget Forum Demokrasi ketika Gus Dur bikin, siapa ketuanya? Semua! Siapa anggotanya, semua. Jadi momentum itu sekadar bersama-sama menangkap SPIRIT, mau dirayakan dgn upacara saling bergantian baca joke, juga bagus...sy yakin terbuka kreasi di sana; yg lawak, mngkn atraksi lawak; yg kartunis, mungkin demo menggambar atau pameran kartun; yg ilmuwan humor, ngadain seminar. Artinya manfaatkan hari humor itu dengan semewah mungkin menyerap udara demokrasi dan bebas dari penindasan apapun termasuk politik, keyakinan tertentu; yg mau memanfaatkan FB spt saran Mas Rachmat di atas, juga bagus. Yg mau di rumah saja, tidak ngapain-ngapain juga tidak apa2, lha wong yang penting dgn inget, oh hari ini hari humor nasional aja sudah sangat memberikan kontribusi spiritual yg luar biasa, dengusan nafas dan selintas ingatan itu sudah cukup membangun bekal kesadaran di sekian belas atau puluh tahun mendatang, jadi monggo....mari bila disepakati momentum itu: 30 Desember sebagai hari humor nasional, bismillahirokhmanirrohim!Lihat Selengkapnya
    12 Desember jam 16:31 · · 1 orangMemuat...
  • Gunadi Soepoetro SETUJUUU .,....30 Desember Hari Humor Nasional. Tok tok tok!
    12 Desember jam 17:39 melalui Facebook Seluler · · 1 orangMemuat...
  • Bakhuri Jamaluddin Saya tidak akan melupakan, bahwa "akan" adanya HARI HUMOR NASIONAL ini ide-awal-orisinal nya berasal dari BAMBANG HARYANTO asal WONOGIRI. Jangan lupa, ide tsb bukan dari saya, BJ, tks.
    12 Desember jam 21:36 ·
  • Christiyanto Sigit Sabtono MTT............................mathuk thok...........
    13 Desember jam 13:08 ·
  • Susthanto Thanto ‎'mari bila disepakati momentum itu: 30 Desember sebagai hari humor nasional, bismillahirokhmanirrohim!' tulis darminto. OQDEHQLBGT!
    13 Desember jam 18:11 ·
  • Dwi Koendoro Tanggal yang bagus. 30 Desember. Besok =engrus Pakarti mau datang ke rumah
    14 Desember jam 9:33 ·
  • Tandi Skober Dikmas, ini ada esai lucuku bertajuk
    Alangkah Lucunya Dada Rosada dimuat Tribun Jabar 9/12.
    Barangkali dikmas mau melucu juga bisa baca di link ini

    http://www.tribunjabar.co.id/read/artikel/36692/alangkah-lucunya-dada-rosada
    14 Desember jam 14:52 ·
  • Ribut Mardiyanto Sudah layakkah di canangkan Hari Humor Nasional..jangan2 nasibnya sama denga Hari2 yang di Nasionalkan lainnya..Seremonial yg gitu2 saja..selebihnya ngga ada ngaruhny apa2..
    Kamis pukul 14:44 ·

   

0 comments:

Post a Comment

Toko Lucu

Amazon.com ArtStore Camera & Photo Store Mp3 Store Office Products Store Kindle Store Sports & Outdoors Store Health & Personal Care Store Home & Garden Store Grocery Store Magazine Subscriptions Store Software Store Shoes Store Tools & Hardware Store Kitchen & Housewares Store Industrial & Scientific Store Jewelry Store Video On Demand Videos Store Gourmet Food Store Watches Store Beauty Store Computer Store Cell Phones & Service Store Electronic Store Automotive Store Apparel & Accessories Store DVD Store Miscellaneous Store Wireless Accessories Store KOKKANG Store

$value) { if (strpos($param, 'color_') === 0) { google_append_color($google_ad_url, $param); } else if (strpos($param, 'url') === 0) { $google_scheme = ($GLOBALS['google']['https'] == 'on') ? 'https://' : 'http://'; google_append_url($google_ad_url, $param, $google_scheme . $GLOBALS['google'][$param]); } else { google_append_globals($google_ad_url, $param); } } return $google_ad_url; } $google_ad_handle = @fopen(google_get_ad_url(), 'r'); if ($google_ad_handle) { while (!feof($google_ad_handle)) { echo fread($google_ad_handle, 8192); } fclose($google_ad_handle); } ?>